
SMK IQON | SMK Islamic Qon melaksanakan kegiatan bertajuk “Industri Mengajar” yang menghadirkan narasumber dari dua institusi ternama, yaitu Mitsubishi Gresik dan Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE) Malang. Acara yang berlangsung 2 hari ini diadakan untuk memberikan wawasan industri yang lebih mendalam kepada siswa, khususnya dalam bidang otomotif.
Dilaksanakan di ruang pertemuan dan Bengkel Otomotif pada Senin-Selasa (14-15/10/24), kegiatan ini berlangsung dengan antusiasme yang tinggi dari para siswa yang ingin mengetahui lebih jauh tentang dunia industri otomotif dan elektronika.
Narasumber dari Mitsubishi Gresik, Bapak Zainul berbagi pengalaman langsung mengenai standar kerja di industri otomotif serta teknologi terbaru yang digunakan dalam produksi kendaraan. Beliau juga menjelaskan bagaimana peran teknologi terus berkembang dan tantangan yang dihadapi dalam memenuhi standar kualitas internasional.
“Menjadi mekanik itu harus memahami segala aspek yang dikerjakan, dan update pada perkembangan industri dan teknologi terkini agar kita bisa menyelesaikan pekerjaan kita dengan baik dan efektif”, terangnya.
Sementara itu, perwakilan dari BBPPMPV BOE Malang memberikan paparan tentang pentingnya pendidikan vokasi dalam menghasilkan tenaga kerja yang siap pakai. Mereka membahas berbagai kompetensi yang dibutuhkan di dunia industri saat ini dan cara mengintegrasikan teknologi terkini ke dalam proses belajar-mengajar di sekolah kejuruan.
Kepala SMK Islamic Qon, Bapak Ubaidillah menyatakan bahwa kegiatan “Industri Mengajar” ini rutin dilakukan SMK Islamic Qon dalam rangka meningkatkan kompetensi peserta didik dan update kondisi Industri kekinian. “Kami konsisten dan serius tentang kompetensi yang dimiliki anak-anak, sehingga kami terus berupaya dengan berbagai cara supaya anak-anak siap melangkah dan berkarir di dunia Industri”, tegasnya.
Kegiatan “Industri Mengajar” ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa SMK Islamic Qon mengenai realitas dunia kerja dan memotivasi mereka untuk terus mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri. Melalui kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri, diharapkan lulusan SMK dapat menjadi tenaga kerja yang kompetitif dan siap bersaing di pasar global.
Pewarta: Ikhul


